Persib Bandung tak pernah kekurangan cerita menarik di setiap bursa transfer, apalagi bursa transfer musim ini. Opsi penyerangan Maung Bandung sepertinya menjadi bahan evaluasi musim lalu yang dinilai kurang moncer. Setelah Oratmangoen, Menalo, dan Balsa, kini giliran Mariano Peralta yang mencuri perhatian. Setelah digadang-gadang akan berlabuh ke Persija, winger asal Argentina yang baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Super League ini memilih untuk merapat ke Bandung dan menjadi amunisi baru lini depan Maung Bandung.
Diskografi Mariano Peralta
Mariano Ezequiel Peralta Bauer lahir di Adrogué, Argentina, pada 20 Februari 1998. Ia mengawali karier di akademi San Lorenzo, klub besar Argentina, sebelum menjalani masa peminjaman di Union de Santa Fe dan sempat merumput di Uruguay bersama CA Cerro. Sejak bergabung dengan Borneo FC musim 2024/2025, kariernya justru melejit di Indonesia. Postur Peralta tergolong tidak menjulang untuk ukuran penyerang, sekitar 176 cm, namun itu bukan halangan berarti karena kekuatan utamanya bukan duel udara, melainkan kecepatan dan kelincahan olah bola.
Ciri khas Peralta adalah fleksibilitasnya. Meski kaki kanan menjadi kaki dominan, ia terbiasa beroperasi baik dari sayap kanan, sayap kiri, maupun sebagai penyerang tengah. Kombinasi kecepatan, dribel rapat, dan visi bermain cerdas membuatnya efektif dalam menyisir kedua sisi lapangan, membuka ruang, lalu mengeksekusi peluang dengan kaki mana pun.
Yang membedakan Peralta dari winger kebanyakan adalah keseimbangan antara mencetak gol dan menciptakan peluang. Sepanjang musim 2025/2026 di Super League, ia mencatatkan 20 gol dan 14 assist, sebuah rasio yang jarang ditemui pada pemain sayap dan menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di liga. Ia juga dikenal punya mentalitas petarung, gigih mengejar bola hingga menit akhir, dan tak segan turun membantu pertahanan.
Konsekuensi Gabung Persib
Berbeda dengan Borneo FC yang membangun serangan banyak melalui dirinya sebagai poros utama, di Persib, Peralta harus berbagi peran dengan pemain-pemain berkualitas lain yang ada di tim. Ia perlu cepat membangun chemistry dengan rekan setim, terutama pengatur serangan dari lini tengah, agar suplai bola ke posisi favoritnya tetap lancar. Statistik gemilang di Borneo FC sebagian besar tercipta dari inisiatif individu. Di Persib, ekspektasi publik jauh lebih tinggi karena kata 'juara' sudah melekat dengan kuat. Peralta harus membuktikan bahwa ketajamannya bukan sekadar produk momen, tetapi bisa konsisten laga demi laga, termasuk saat menghadapi tim-tim yang bermain bertahan rapat, situasi yang akan lebih sering ia hadapi sebagai pemain tim favorit juara.
Sebagai salah satu buruan paling diperebutkan di bursa transfer, Peralta otomatis memikul beban ekspektasi tinggi begitu resmi diperkenalkan. Tekanan dari suporter dan media akan jauh berbeda dibanding saat ia masih berstatus pemain yang naik daun tanpa banyak sorotan. Dibanding atmosfer di Samarinda, dukungan yang akan diterima Peralta di Bandung jauh lebih besar. Bobotoh dikenal sebagai salah satu basis suporter paling masif dan fanatik di Indonesia, hadir dalam jumlah besar di setiap laga kandang maupun tandang. Ini bisa menjadi energi tambahan yang mendorong performanya, namun juga berarti sorotan terhadap setiap penampilannya akan jauh lebih intens.
Pilihan di Tangan Peralta
Atas pilihan ini, Peralta perlu punya mental yang siap menerima kritik, bukan hanya pujian. Saat performa sedang menurun atau timing keputusannya di lapangan dianggap kurang tepat, kritik dari suporter maupun pengamat adalah hal yang wajar terjadi di klub sebesar Persib. Pemain yang mampu menerima kritik secara terbuka, menjadikannya evaluasi, dan tidak bersikap defensif biasanya lebih cepat diterima dan dipercaya publik dibanding yang bersikap tertutup atau antikritik.
Pada akhirnya, talenta Peralta bukan lagi hal yang perlu diragukan. Yang akan menentukan adalah seberapa cepat ia beradaptasi dengan rekan tim barunya, pelatih, taktik, tekanan, jadwal padat, dan ekspektasi baru sebagai bagian dari Maung Bandung. Jika mampu beradaptasi, kehadiran Peralta bisa menjadi suntikan segar bagi lini serang Persib memberikan opsi serangan dari kedua sayap sekaligus ancaman gol dan umpan yang konsisten.