Entah disengaja atau tidak, setiap era Persib selalu memiliki cerita yang melibatkan negeri Tango.
Pesona Semenjana Pablo Frances
Argentina dan Persib Bandung seolah memiliki benang merah yang tak terpisahkan. Negara asal Lionel Messi itu menyimpan banyak cerita dalam perjalanan Maung Bandung. Hubungan antara Persib dan pemain asal Argentina dimulai pada era Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 melalui sosok Pablo Frances. Penyerang yang sebelumnya tampil tajam bersama Persijap Jepara itu didatangkan dengan ekspektasi tinggi. Catatan 20 gol dari 50 pertandingan bersama Persijap membuat manajemen berharap ia bisa menjadi tandem ideal Cristian 'El Loco' Gonzales di lini depan Persib. Namun, kenyataan berkata lain. Pablo gagal memenuhi harapan setelah hanya mampu mencetak dua gol dari 13 penampilan. Performanya yang jauh dari ekspektasi membuat kontraknya tidak diperpanjang pada akhir musim.
Aroma Tango di ISC 2016
Enam tahun berselang, Persib kembali mendatangkan pemain asal Argentina, kali ini di sektor gelandang. Robertino Pugliara resmi bergabung pada musim Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Playmaker yang sebelumnya bersinar bersama Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan tersebut diharapkan mampu menjadi motor serangan Maung Bandung. Meski cukup sering tampil, Robertino hanya mampu menyumbangkan dua gol dan tujuh assist dari 31 pertandingan. Cedera yang dialaminya membuat performanya menurun drastis. Situasinya semakin sulit setelah pergantian pelatih dari Dejan Antonic ke Djajang Nurdjaman yang kemudian mendatangkan Marcos Flores. Sejak saat itu, Robertino lebih sering menghuni bangku cadangan. Flores direkrut dengan kontrak setengah musim untuk mengisi pos yang sama. Sayangnya, nasibnya pun tak jauh berbeda, meskipun sempat mengambil hati Bobotoh lewat permainan stylish-nya. Dari 13 pertandingan, ia hanya mencatatkan satu gol dan satu assist. Kontribusi minim dari segi statistik membuat manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya.
Pelatih Argentina dan Bawaannya
Dari sekian banyak pemain Argentina yang pernah membela Persib, nama Jonathan Bauman mungkin menjadi salah satu yang paling dikenang Bobotoh. Didatangkan pada musim Liga 1 2018 atas rekomendasi pelatih Mario Gomez, Bauman langsung menjelma sosok penting di lini depan. Bersama Ezechiel N'Douassel, ia membentuk duet yang sangat produktif. Sepanjang musim, Bauman berhasil mencetak 12 gol dan delapan assist dari 26 pertandingan. Meskipun tampil impresif, kebersamaannya dengan Persib hanya berlangsung selama satu musim karena kontraknya tidak diperpanjang.
Menikmati Sisa Kejayaan Vizcarra
Setahun kemudian, Persib mendatangkan Esteban Vizcarra. Meski telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2018, Vizcarra tetap memiliki akar kuat dari Argentina. Pengalamannya di sepak bola Indonesia membuat proses adaptasinya berjalan mulus. Pergantian pelatih dari Miljan Radovic ke Robert Rene Alberts pun tidak memengaruhi posisinya di dalam tim. Vizcarra tetap menjadi pilihan utama dan bertahan cukup lama di Persib, yakni dari 2019 hingga 2022. Selama periode tersebut, ia berhasil mencatatkan tiga gol dan menjadi salah satu pemain yang cukup dekat dengan Bobotoh.
Hat-Trick Juara Bersama Dua Argentina
Era terbaru menghadirkan dua pemain Argentina sekaligus, yakni Luciano Guaycochea dan Patricio Matricardi. Keduanya direkrut Bojan Hodak pada awal musim 2025/2026 untuk memperkuat ambisi Persib dalam mempertahankan dominasi di kompetisi domestik sekaligus berbicara banyak di level Asia. Luciano, yang akrab disapa Lucho, juga memiliki fakta menarik karena merupakan sepupu dari gelandang Liverpool dan Timnas Argentina, Alexis Mac Allister. Bersama Matricardi, Lucho sukses menjawab kepercayaan pelatih. Keduanya menjadi bagian penting dalam keberhasilan Persib menjuarai Super League 2025/2026 sekaligus mengukir hat-trick gelar juara liga bagi Maung Bandung.
Tango di Klub Lain Turut Berkontribusi
Kisah Argentina dan Persib tidak hanya datang dari pemain yang pernah mengenakan jersey biru. Ada satu nama yang tak pernah membela Persib, tetapi namanya tetap dikenang oleh Bobotoh, yakni Ramiro Fergonzi. Penyerang Persik Kediri itu menjadi sosok penting dalam perjalanan Persib menuju gelar Super League 2024/2025. Saat itu, nasib Persib bergantung pada hasil pertandingan Persik melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-31. Persib membutuhkan Persebaya gagal menang agar bisa memastikan gelar lebih cepat. Di saat Persik hampir menelan kekalahan, Fergonzi muncul sebagai penyelamat dengan mencetak gol pada menit 90+6' yang mengubah skor menjadi 3-3. Hasil tersebut memastikan Persib pertama kali keluar sebagai juara pada format kompetisi dan membuat nama Fergonzi dikenang oleh publik Bandung.
Akankah Tren Argentina Berlanjut?
Melihat panjangnya sejarah pemain Argentina di Persib, muncul satu pertanyaan menarik menjelang musim baru. Entah faktor apa yang memunculkan formula Persib ditambah Argentina selalu berkesan. Setelah sederet kisah yang tercipta, mulai dari kegagalan hingga kesuksesan besar, akankah Persib kembali menghadirkan pemain Tango untuk memperkuat skuad musim depan?
Baca artikel “Warga-Wargi” lainnya pada laman resmi Sampurasib.
Editor: Muhammad Hafizh Firdaus