Pergantian pelatih kepala selalu menghadirkan ekspektasi sekaligus keraguan. Terlebih ketika sosok yang ditunjuk bukan nama baru, melainkan figur yang selama dua musim terakhir lebih banyak bekerja di balik layar. Itulah situasi yang dihadapi Igor Tolic saat menjalani media handling perdananya sebagai Head Coach Persib.
Sebelum memimpin sesi latihan pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, Tolic lebih dahulu menghadapi "pertandingan" pertamanya di hadapan publik dan media. Dalam sesi wawancara singkat tersebut, pelatih asal Kroasia itu belum berbicara tentang taktik maupun target juara. Namun, ia berhasil menyampaikan sesuatu yang lebih penting: kesan bahwa Persib kini berada di tangan sosok yang memahami situasi, mampu berkomunikasi dengan baik, dan siap memimpin.
Dari Balik Layar ke Garis Depan
Selama menjadi asisten Bojan Hodak, Igor Tolic bukan figur yang sering menjadi pusat perhatian. Ia lebih banyak menjalankan perannya di belakang layar, sementara seluruh sorotan tertuju kepada sang pelatih kepala. Kini situasinya berubah. Sebagai nahkoda baru Persib, Tolic tampil lebih terbuka, komunikatif, dan percaya diri. Cara berbicaranya terdengar lugas, pilihan katanya mudah dipahami, sementara gestur dan bahasa tubuhnya menunjukkan ketenangan.
Aura kepemimpinan yang ditampilkan terasa berbeda dibandingkan ketika ia masih mendampingi Hodak sebagai asisten. Kesan pertama itu penting. Di tengah berbagai spekulasi dan keraguan yang sempat mengiringi penunjukannya sebagai pelatih kepala, media handling perdana menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan. Dari sisi komunikasi, Tolic berhasil memanfaatkannya dengan baik.
Menghormati Warisan Bojan Hodak
Salah satu momen yang menarik adalah ketika Tolic berbicara mengenai pendahulunya, Bojan Hodak. Alih-alih berusaha membangun narasi baru yang memutus hubungan dengan era sebelumnya, ia justru memberikan ucapan selamat kepada Hodak dan mengungkapkan bahwa keduanya tetap berkomunikasi hampir setiap hari selama masa libur di Kroasia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan di tubuh Persib berlangsung secara sehat. Tidak ada kesan ingin menghapus pencapaian masa lalu ataupun membangun identitas baru dengan mengorbankan legacy pelatih sebelumnya. Sebaliknya, Tolic memperlihatkan rasa hormat terhadap fondasi yang telah dibangun, sekaligus memberi sinyal bahwa kesinambungan tetap menjadi bagian dari proses yang sedang dijalani Persib.
Detail Kecil yang Menggambarkan Besar Cara Kerjanya
Media handling itu juga memperlihatkan bagaimana Tolic memandang kondisi skuad secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa sejumlah pemain sudah berada di Bandung, sementara beberapa lainnya masih dalam perjalanan. Menariknya, ia tidak berhenti pada jawaban normatif. Tolic turut menyinggung bagaimana situasi geopolitik di Timur Tengah memengaruhi jadwal penerbangan dari Eropa sehingga berdampak pada kedatangan beberapa pemain.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pemain asing masih menjalani proses adaptasi, termasuk menghadapi perubahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti sakit perut. Bagi sebagian orang, informasi tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, justru dari detail-detail semacam itulah terlihat bahwa seorang pelatih tidak hanya memikirkan latihan di lapangan, tetapi juga memahami berbagai faktor yang memengaruhi kesiapan pemain sejak mereka tiba di Bandung.
Optimistis Tanpa Terjebak Jumawa
Nada bicara Tolic sepanjang wawancara juga menunjukkan keseimbangan antara optimisme dan realisme. Ia tidak mengumbar janji besar ataupun melontarkan target yang berlebihan. Sebaliknya, ia mengakui bahwa proses persiapan masih berlangsung dan tim masih menunggu kedatangan seluruh pemain.
Meski demikian, ia tetap menegaskan komitmennya untuk mengerahkan kemampuan terbaik demi mempersiapkan Persib menghadapi musim baru. Pendekatan seperti ini sering kali lebih mudah diterima publik. Di tengah tingginya ekspektasi terhadap Persib sebagai juara bertahan, menyampaikan kondisi apa adanya tanpa kehilangan optimisme justru memperlihatkan kematangan dalam berkomunikasi.
Sentuhan Humor yang Mengingatkan pada Bojan
Salah satu momen yang paling mencairkan suasana hadir ketika Tolic mendapat pertanyaan mengenai Mariano Peralta, pemain terbaik Liga 1 musim lalu yang terus dikaitkan dengan Persib. Alih-alih memberikan jawaban yang memancing spekulasi, ia merespons dengan santai, "Jika dia berada di sini, maka dia berada di sini."
Jawaban singkat tersebut langsung mengundang senyum. Bukan karena memberikan informasi baru, melainkan karena cara penyampaiannya mengingatkan publik pada gaya komunikasi Bojan Hodak yang selama ini dikenal tenang, diplomatis, dan kerap menjawab isu transfer dengan kalimat sederhana namun mengena. Tolic tidak mengonfirmasi maupun membantah rumor yang beredar. Ia memilih menjaga fokus pada tim yang ada.
Awal yang Menjanjikan
Tentu saja, kesan pertama tidak akan menentukan bagaimana perjalanan Persib sepanjang musim. Penilaian sesungguhnya tetap akan lahir dari hasil di lapangan, dimulai dari sesi latihan perdana hingga pertandingan kompetitif nanti. Namun, kepemimpinan modern tidak hanya dibangun melalui strategi dan taktik.
Cara seorang pelatih berbicara, menjelaskan situasi, menghormati pendahulu, serta membangun komunikasi dengan publik juga menjadi bagian dari proses memimpin sebuah tim besar. Dalam media handling perdananya sebagai Head Coach Persib, Igor Tolic berhasil melewati ujian pertama itu dengan baik.